Foto: Mosi Tidak Percaya, Aliansi BEM Sumenep gelar Aksi Bisu Mengecam Rusaknya Lingkungan Akibat Tambak Udang
SUMENEP|LIPUTAN12 – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep, Madura, Jawa Timur mengecam keras atas rusaknya lingkungan akibat tambak udang.
Kedatangan Aliansi BEM ke kantor DPRD Sumenep salah satunya bertujuan untuk memasang tujuh spanduk di pagar halaman Kantor DPRD Sumenep dengan bertuliskan kecaman terhadap pengrusakan lingkungan yang salah satunya dampak dari tambak udang.
Spanduk kecaman bertuliskan, “Selamat hari jadi Sumenep yang ke-751 dengan segala bentuk penindasan kepada rakyat harus dihapuskan. Stop kran investasi tanah dan laut adalah kehidupan. Kapitalisme dan oligarki tidak selayaknya ada di Kabupaten Sumenep. Stop pencemaran lingkungan, kami tidak anti tambak udang tapi kami benci pengrusakan lingkungan. Tolak omnibuslaw dan melawan korporat dan birokrat yang menindas rakyat”.
“Ini semua kami lakukan adalah sebagai bentuk refleksi, bahwa hari jadi Kabupaten Sumenep ini masih banyak kerusakan lingkungan akibat tambak udang,” kata Kordinator Aliansi BEM Sumenep, Ahmad Budi Irfani.
Aksi bisu yang dilakukan kawan-kawan mahasiswa itu adalah sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja Pemkab Sumenep, dan juga mereka menuntut legislatif dan eksekutif dengan tagas tolak investor nakal, menutup tambak udang nakal, tolak Omnibus Law dan jaga lingkungan.
Sebab, adanya wakil rakyat sebagai lembaga legislatif tidak mampu mengontrol kebijkan pihak executif. Di mana, kran investasi di Kabupaten Sumenep dibuka begitu leluasa dan sangat merugikan rakyat.
“Kami sudah tidak percaya lagi dengan DPR, karena kami rasa legislatif saat ini tidak lagi memihak kepada rakyat, tetapi memihak kepada investor,” terangnya.
Kata dia, pihak legislatif dan executif di Kabupaten Sumenep, dinilai telah berselingkuh dengan para investor. Salah satunya dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang dapatnya juga akan merugikan masyarakat Sumenep.