SUMENEP|LIPUTAN12 – Ratusan warga masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Pekerja dan Penata Seni Sumenep (GERPAS), Rabu (11/11/2020) melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Sumenep, menuntut dibukanya kembali kegiatan para seni yang sebelumnya sempat vakum selama masa pandemi Covid-19.
Dari pantauan awak media liputan12, aksi demontrasi yang dilakukan oleh para pelaku seni itu sangat unik. Bagaimana tidak, mereka datang dengan membawa sound sistem lengkap beserta para artis lokal yang cantik nan seksi.
Diiringi dentingan musik koplo campursari dan juga Gending Madura Khas Sumenep, suasana Pemkab berubah menjadi arena dangdutan dan juga tayuban.

Para pendemo yang berjumlah Ratusan itu bergoyang dan berdendang sembari menunggu 20 perwakilan massa aksi yang masuk ke kantor Bupati Sumenep melakukan audiensi.
“Pak, ingat pertemuan di room dulu pak. Tolong dibuka lagi pak, kita ngeroom lagi. Tariiikkkkk…… Siiiiisssss…….. Semongko. Begitulah teriakan salah satu biduan sexi di atas mobil pickup sambil mengajak semua yang hadir untuk bersukaria.
Menurutnya, pelarangan acara hiburan baik dalam kegiatan pesta pernikahan maupun pentas seni lainnya merupakan bentuk ketidakadilan. Sebab, jika patokannya adalah karena menciptakan kerumunan, semua kegiatan baik dalam acara pernikahan yang tidak ada hiburannya atau tidak tetap ada kerumunan. Seperti pasar dan sebagainya.
“Kami hanya minta keadilan supaya larangan adanya hiburan itu dicabut, karena seni adalah ladang kami mencari nafkah,” paparnya.