BOGOR | LIPUTAN12 – Pemerintah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, mengundang para pengusaha tambang terkait akses jalan menghubungkan Kecamatan Rumpin dan Parungpanjang yang sudah alami kerusakan berat.

Camat Rumpin, Ade Zulfahmi mengaku adanya akses jalan yang rusak, pihaknya mengumpulkan perusahaan tambang dibawah Asosiasi Bahan Konstruksi Indonesia (Abki), terkait kerusakan jalan yang disepakati.

“Musyawarah ini sifatnya perawatan, karna kalau wilayah cicengir itu, kategorinya masuknya pembangunan nanti di tahun 2022,’’ kata Ade Zulfahmi, setelah selesai musyawarah di Kantor Desa Sukasari, kemarin.

Ia menuturkan, akses jalan tersebut nantinya direalisasikan atau tidak kurun waktu sampai 2022 ini cukup lama, sehingga perlu ada langkah cepat dari kepedulian perusahaan tambang yang ada. Hal itu, supaya segera dilakukan perawatan.

“Nanti kita deadline hari senin itu sudah dilakukan survey, setelah itu kajian teknis bisa berkonsultasi ke UPT, jadi pengerukannya itu harus dengan material kualitas yang memenuhi standar,’’ terang Ade sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah V Leuwiliang, Eko Sulistianto menambahkan, soal rapat pembahasan lebih kemenitik beratkan terhadap kerusakan yang ada di jalan lebakwangi atau Cijeungir-Maloko, yang memang selama ini banyak menimbulkan aksi demo.

“Jadi, kita tadi mencari solusi untuk penanganan sementara sebelum APBD dari pemerintahan Kabupaten Bogor itu turun. Alhamdulillah tadi sudah ada kesepakatan dari pihak para pengusaha untuk segera melaksankan perbaikan,’’ tukas Eko.

Kontributor      : Zam
Redaktur          : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id