BOGOR | LIPUTAN12 – Kisah pilu warga Kampung Lukut RT 05/RW 09 Desa Parakanmuncang Kecamatan Nanggung bernama Suharya, selama 9 tahun harus menerima kenyataan yang begitu pahit karena mengalami kelumpuhan akibat
kecelakaan saat bekerja.

Menurut Suhenah istri dari Suharya
menerangkan, dulunya kerja, memang sudah punya penyakit darah tinggi, karena banyak anak. Ya udah kerja aja diajak saudara. Pas mau makan (istirahat) loncat dari mobil, setelah itu dia ( Suharya)
gak bisa bangun lagi.

“Langsung dibawa ke rumah sakit, setelah diperiksa gejala stroke sampai sekarang begini. Bukan tidak diobatin, tetapi sudah berobat ke sana ke sini,” ucapnya kepada awak media saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/9/2021).

“Segala sesuatu yang dimiliki dirinya sudah habis dijual untuk biaya pengobatan supaya sembuh lagi,” keluhnya.

“Sekarang sudah 3 tahun tidak diobatin karena terkendala dengan keadaan yang terpenting ibu mah bisa makan aja,” ungkap Suhenah yang akrab disapa Wiwin sembari meneteskan air mata.

Menurutnya, selama 9 tahun keluarganya belum tersentuh bantuan kursi roda dari pemerintah.

“Selama 9 tahun belum ada, terus terang. Gak ada perhatian,” sebutnya.

Ditanya soal bantuan Covid-19, Suhenah mengatakan, dapat bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa itu pun sampai 3 kali, habis itu gak ada lagi.

Sementara itu, Ketua RT 05/RW 09 Kampung Lukut, Wawan membenarkan adanya warga di lingkungan tersebut yang mengalami kelumpuhan sejak lama.