SUMENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput. Melalui program Tunjangan Kehormatan Guru Ngaji, para pendidik agama yang selama ini menjadi garda depan pembinaan moral masyarakat mendapat penghargaan atas dedikasi mereka.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa keberadaan guru ngaji memiliki posisi strategis dalam memastikan karakter generasi muda tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman.

“Guru ngaji adalah penjaga moral masyarakat. Mereka tidak hanya mengajarkan Al-Qur'an, tetapi membentuk akhlak, adab, dan kepribadian para santri sejak usia dini,” ujar Bupati saat menyerahkan bantuan tersebut di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, pendidikan yang diberikan para guru ngaji menjadi landasan bagi tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki budi pekerti dan kecintaan terhadap ilmu agama.

“Para guru ngaji bekerja dengan keikhlasan dan pengabdian yang luar biasa. Pemerintah daerah wajib hadir untuk menghargai kontribusi tersebut,” tegasnya.

Bupati berharap penghargaan ini menjadi pendorong semangat para guru ngaji dalam menjalankan tugas mulianya. Dukungan tersebut juga dinilai penting agar pendidikan agama tetap hidup dan relevan di tengah tantangan era digital.

Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan sosok teladan yang mampu membimbing generasi muda agar tetap memiliki identitas moral yang kuat, sekaligus siap menghadapi dinamika global.

Pada tahun anggaran 2025, sebanyak 1.225 guru ngaji dari 27 kecamatan menerima tunjangan kehormatan. Program ini dibiayai melalui APBD 2025 dengan mekanisme dana hibah dari Pemerintah Daerah kepada LPTQ Kabupaten Sumenep.

Bupati menilai, penyaluran ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM Sumenep melalui penguatan pendidikan keagamaan.