SUMENEP I liputan12 - Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem maupun keluarga miskin.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi jawaban agar seluruh anak di daerahnya tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terhalang batasan biaya.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Sumenep yang tertinggal pendidikan hanya karena faktor ekonomi,” tegasnya saat meresmikan Sekolah Rakyat di SKD Batuan, Selasa (30/9/2025).

Menurut Bupati Fauzi, program ini tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga bertujuan membangun generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, serta memiliki daya saing di masa depan.

“Sekolah Rakyat diharapkan melahirkan generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” Terangnya.

Pemkab Sumenep berkomitmen penuh mendukung keberlangsungan program ini. Selain mengurangi angka putus sekolah, Sekolah Rakyat diyakini mampu memperluas pemerataan pendidikan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Desa Patean, Kecamatan Batuan, untuk pembangunan sekolah permanen pada tahun 2026. Saat ini, kegiatan belajar sementara masih dilaksanakan di SKD Batuan.

“Kami mengajak semua orang tua memanfaatkan fasilitas Sekolah Rakyat. Jangan sampai ada anak yang kehilangan haknya untuk belajar hanya karena keterbatasan ekonomi,” Harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Sumenep, Norani Yanuar S, melaporkan jumlah siswa perdana mencapai 96 anak. Mereka terdiri atas 46 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMP.