SUMENEP I liputan12 - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa kebutuhan akan fasilitas terapi hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) di Kabupaten Sumenep sangat mendesak.
Hal tersebut berkaitan dengan kondisi geografis Sumenep sebagai wilayah kepulauan yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan penyelaman tradisional.
Aktivitas tersebut memiliki risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan akibat perubahan tekanan udara, sehingga terjadi penanganan medis yang memadai.
Direktur RSUD dr. H.Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menyampaikan, bahwa pengadaan fasilitas HBOT memerlukan anggaran yang cukup besar.
Oleh karena itu, saya berharap pemerintah daerah dapat mempersiapkan alokasi anggaran secara matang agar fasilitas tersebut dapat segera tersedia di RSUD dr. H.Moh. Anwar.
Pernyataan ini disampaikannya saat mendampingi Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, yang mencoba langsung terapi hiperbarik milik Lembaga Kesehatan Kelautan TNI Angkatan Laut (Lakesla).
Uji coba dilakukan pada kedalaman 5 meter selama 30 menit, bertempat di fasilitas Lakesla, Jumat (2/5/2025).
“Terapi oksigen hiperbarik sangat penting, tidak hanya untuk membantu penyelamatan yang mengalami dekompresi, tetapi juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit yang berkaitan dengan kekurangan oksigen di jaringan tubuh,” Kata dr. Erliyati.
Ia juga menambahkan bahwa peralatan milik Lakesla saat ini masih berupa ambulans hiperbarik portabel. Jika Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin menghadirkan fasilitas terapi hiperbarik permanen di rumah sakit daerah, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar.