SUMENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka Hari Jadi ke 755, melangsungkan prosesi Arya Wiraraja dan Kirab Budaya bertajuk Ke’ Rangke’ Kakonengan.
Pada prosesi itu menampilkan berbagai seni dan budaya, yakni tari kolaborasi ke’ rangke’ kakonengan, prosesi pelantikan Arya Wiraraja, topeng dalang, pawai budaya, tari yang melibatkan 100 penari, kereta kencana dan penampilan musik tradisional tong-tong.
Diketahui, Ke’ Rangke’ Kakonengan memiliki makna Bergandeng tangan saling merangkul dan menjadi satu kesatuan yang mengedepankan visi-misi.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sumenep, Dewi Khalifah menyampaikan, gelaran ini upaya untuk mengingatkan masyarakat, bahwa ada sosok perjuangan Arya Wiraraja yang merintis kejayaan kabupaten Sumenep.
"Saya mengapresiasi terhadap ribuan masyarakat yang telah ikut menyaksikan prosesi ini, dengan keikutsertaan masyarakat dapat dibuktikan kepedulian terhadap pejuang-pejuang kita," Ucapnya.
Nyi Eva terus berkomitmen untuk merawat dan melestarikan seni budaya yang memiliki keragaman luar biasa, karena sejarah, budaya dan tradisi terbukti mampu mengikat daerah tetap dalam kebersamaan dan persatuan.
“Karena itu, sinergitas dan kolaborasi antar semua pelaku pembangunan di Kabupaten Sumenep merupakan hal yang mutlak, untuk bekerja gotong royong, dengan kebersamaan dan kekompakan,” terangnya.
Ia menyatakan, Kabupaten Sumenep selama dipimpin 35 Raja dan 16 Bupati tentu saja tidak bisa membandingkan dan mengukur tantangan dan prestasi yang diraih oleh para pendahulu dengan kondisi saat ini.
“Yang jelas, para pemimpin itu berkomitmen untuk memajukan dan memakmurkan Kabupaten Sumenep, sehingga semangat itulah yang harus menginspirasi semua elemen masyarakat, agar mampu meneruskan cita-cita para pendahulu dengan karya terbaiknya,” jelasnya.