JAKARTA I LIPUTAN12 - Ketua Umum (Ketum) Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira meminta Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara atau PLN, Darmawan Prasodjo dan kroni-kroninya menghentikan upaya pembohongan publik lewat narasi-narasi pembenaran, menyusul terbongkarnya dugaan pelesiran bersama Istri dan Anak yang ditutupi dengan perjalanan dinas ke Melbourne, Australia.
"Kami mengimbau kepada Dirut PLN dan perangkatnya untuk tidak menutupi kebohongan dengan kebohongan baru sekalipun itu adalah hak mereka untuk menutupi kesalahan," kecam Teuku Yudhistira dalam rilis tertulis di Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2024.
Menurut Yudhis sapaan akrabnya, rilis resmi tim komunikasi semestinya bisa dibuat lebih berimbang dan sesuai dengan fakta sebenarnya agar masyarakat bisa mendapatkan edukasi atas fakta sebenarnya yang terjadi.
"Begitu saya menerima rilis resmi dari EVP Komunikasi PLN Gregorius, langsung saya forward ke yang bersangkutan. Tapi ternyata Bung Greg tetap yakin dengan isi rilis yang disebarnya ke sejumlah media. Ini juga saya sesalkan, kenapa media mainstream bisa menelan rilis itu bulat-bulat tanpa berfikir melakukan investigasi untuk menelusuri apa yang memicu tudingan kami terkait dugaan pelesiran Dirut PLN bersama keluarga ke Australia itu mencuat," ujarnya.
Harusnya, lanjut Yudhis, media bisa lebih peka untuk melacak dan menginvestigasi permasalahan apa yang terjadi, ketika IWO membuka manifest keberangkatan Darmo ke Australia yang katanya dalam rangka perjalanan dinas. Karena sangat jelas, keberangkatan itu tidak ada pendampingan dari divisi atau bidang yang berkaitan dengan kerjasama yang akan dirancang di Negeri Kanguru itu.
"Saya sudah tanyakan langsung via telepon Bung Greg, kenapa tidak ada BOD (Direksi) atau minimal EVP atau VP yang membidangi hal itu mendampingi Darmo. Lalu kenapa dia berangkat rombongan dengan anak istrinya di saat liburan sekolah. Dan semua itu tidak bisa dijawab oleh EVP komunikasi itu," tandas Yudhis.
Jika pun benar, sambung Yudhis, muncul pertanyaan baru, lalu siapa yang membiayai anak istri Darmo ikut ke Australia yang diduga hanya pelesiran yang dilaksanakan di saat petugas PLN dari seluruh Indonesia Siaga Nataru. Padahal Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat ini sedang berkeliling memastikan pasokan listrik dan BBM ke seluruh daerah berjalan lancar, namun Dirut PLN malah pelesiran bersama keluarga.
"Jika fakta itu yang terjadi, jelas ini penyelewengan wewenang karena Darmo memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Jelas bagian dari korupsi yang tentunya telah merugikan negara. Dalam laporan kami nantinya ke Kortas Tipikor Polri, semua akan kami rinci dan kami minta semua hal yang menyangkut dugaan korupsi di PLN di era Darmo dibongkar," sebutnya.
Kata Yudhis, hal lain yang membuatnya sangat curiga bahwa rilis itu hanya untuk menutupi kebohongan Darmo, karena sangat memalukan sekelas Dirut PLN hanya menemui perusahaan Energy Exemplar yang hanya perusahaan konsultan perangkat lunak (software).