BOGOR | LIPUTAN12 – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bogor Yogi Ariananda berpendapat pembangunan adalah hal yang paling penting untuk bangsa Indonesia dari negara berkembang sampai ke tingkat negara maju lewat pembangunan.
Dikatakan Yogi, tetapi hari ini pembangunan yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) ataupun anggaran pendapatan belanja negara (APBN) terkesan menjadi lumbung korupsi, kolusi dan nepotisme alias KKN.
Salah satunya, kata Yogi, terkait terkait U-ditch pada proyek peningkatan jalan Kapten Yusuf Kota Bogor diduga kuat tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, sebab tak ada logo (merk-red) asal dari precast mana.
“Apalagi dengan mengatakan tidak ada logo (merk) dalam U-ditch itu sangat fatal dan patut dipertanyakan produk tersebut,” ucap Yogi Ariananda kepada wartawan di Bogor, Sabtu (1/10/2022).
“Kualitas U-ditch pada peningkatan jalan Kapten Yusuf Kota Bogor patut dipertanyakan? Pasalnya, dari pantauan media di lapangan tak terlihat merk dari mana asal precast tersebut,” tegas Yogi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mahesa selaku penyedia jasa dari PT Rizki Mandiri Konstruksi mengatakan U-ditch sudah sesuai spesifikasi karena sudah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“U-ditch pabrikasi dan sudah melewati uji mutu serta memiliki sertifikat TKDN,” kata Mahesa.
Ketika disinggung logo (merk-red) di badan U-ditch, Mahesa mengatakan, kurang tahu kenapa nggak dikasih logo.
“Cuma, sertifikasinya sudah memenuhi sehingga kita datangkan dari Cilegon, Banten,” kata Mahesa.