SUMENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar silaturahim bersama alim ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai langkah strategi memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung kelaparan pembangunan daerah. Kegiatan berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (27/02/2026).
Kegiatan tersebut juga mencakup unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat daerah, di antaranya Komandan Kodim 0827/Sumenep, Kapolres Polres Sumenep, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Agama Sumenep, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Plt. Inspektur, Kepala Satpol PP, pimpinan perangkat daerah, Sekretaris DPRD, serta Direktur RSUD dr. H.Moh. Anwar Sumenep bersama para ulama dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa ulama dan tokoh masyarakat memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai moral, persatuan, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, stabilitas daerah tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintahan, tetapi juga melalui peran aktif para tokoh agama dalam memberikan keteladanan serta menyejukkan kehidupan sosial.
“Ulama dan tokoh masyarakat adalah pilar utama dalam menjaga keseimbangan sosial. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan moral, nasehat, serta doa dari para alim ulama,” ujarnya.
Bupati menyampaikan, silaturahim tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi konstruktif antara pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat agar setiap program pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus seimbang dengan penguatan nilai-nilai keagamaan, budaya, serta karakter masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi ulama dan umara menjadi kunci penting dalam menciptakan daerah yang aman, kondusif, dan produktif, terutama dalam menghadapi dinamika sosial serta tantangan pembangunan ke depan.
“Ketika stabilitas daerah terjaga, maka pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan investasi akan berjalan lebih optimal. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas daerah,” tegasnya.