BOGOR I LIPUTAN12 - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai dugaan sejumlah praktik kotor yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor akibat dari lemahnya pengawasan.
"Menurut saya, itu akibat lemahnya pengawasan," kata Trubus Rahadiansyah seperti dikutip dari website fwbbnews.com Jumat, 13 Maret 2025.
Trubus menyarankan pengawasan yang dilakukan secara berjenjang.
"Harusnya kan mereka ketat, ketatnya itu harus ada pengawasan yang berjenjang, jadi ada orang yang ditugaskan langsung di penjara," jelasnya.
"Iya, ada sipir-sipir yang ditugaskan untuk pengawas langsung, kemudian juga kan, ada alat CCTV," lanjut dia menambahkan.
Trubus mengakui, hal itu akan menjadi rumit bila terjadi kongkalikong.
"Yang menjadi rumit itu karena biasanya ini ada kongkalikong, sering kali CCTV-nya ditutup itu, kejadian-kejadian seperti itu nggak ada rekamannya," kata Trubus.
Pria yang juga dipercaya sebagai
Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) ini
menyampaikan bisa saja dalam pengawasan melibatkan unsur lain, jadinya independen, cuman untuk independen ini agak sulit.
"Biasanya mereka aksesnya dia persulit kalau sudah menyangkut yang namanya pelanggaran perilaku koruptif, biasanya mereka cukup rapih pada saat pengawasan," tegas Trubus.