BOGOR | LIPUTAN12 – Moratarium Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat, hingga saat ini belum ada tanda-tanda dicabut oleh Pemerintah Pusat. Namun, para tokoh partai dan tokoh politik serta tokoh masyarakat di wilayah Barat Kabupaten Bogor, terus bersuara.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar-Rasyid. Menurutnya, sebelum DOB dicabut, saat ini harus konsen pada infrastruktur jalan dan mengundang investasi untuk masuk ke Bogor Barat.

“Sebelum DOB dicabut, saat ini kita harus konsen mengundang investasi masuk ke bogor barat, sehingga PAD bogor barat meningkat,” kata Lukmanudin Ar-Rasyid.

Ia menuturkan, kalau berbicara Bogor Barat, tokoh politik di Bogor Barat dan Tokoh Partai sudah setuju pemekaran Kabupaten Bogor Barat. Permasalahannya ada di pemerintah pusat soal pencabutan DOB Kabupaten Bogor Barat.

“Saya sudah katakan dari awal, sebelum DOB dicabut, kita harus konsen pada ngungdang inventasi ke bogor barat, agar PAD meningkat,” ujar Kang Lukman sapaan akrabnya.

Kang Lukman mengaku, kalau berbicara potensi wisata bogor barat mungkin lebih banyak dari bogor selatan. Sehingga dari jalur Kecamatan Tamansari hingga Taman Nasional Halimun Salak dan geopark pongkor itu jalur wisata semua.

“Maka kita akan mendorong barat menjadi destinasi wisata, alternatif itu sangat penting. Kalau penataan bogor barat menunjang, banyak wisatawan datang yang pastinya akan berdampak pada sektor ekonomi,” terang Lukman.

Namun untuk menunjang itu, sambungnya, salah satunya Infrastuktur jalan, sehingga menuju Kabupaten Bogor Barat, harus punya jalur wisata. Jalur wisata tersebut, dari tol bocimi tembus ke tamansari, masuk tenjolaya dari tenjolaya masuk ke pamijahan dan seterusnya ke sukabumi dan geopark pongkor.

“Saat ini geopark pongkor sudah dibangun, tapi infrastruktur jalannya tidak memadai,” tukasnya.