JAKARTA I liputan12 - Ketua DPP PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, menegaskan bahwa arah kebijakan pertahanan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dengan doktrin pertahanan semesta yang digagas Jenderal Besar AH Nasution.
Menurutnya, konsep yang menempatkan seluruh rakyat sebagai bagian dari sistem perlindungan negara masih sangat relevan di tengah ancaman global yang terus berubah dan semakin kompleks.
“Pertahanan semesta bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan seluruh elemen bangsa. Keterlibatan rakyat, sumber daya nasional, dan profesional di berbagai bidang adalah kekuatan nyata yang membentuk daya tangkal bangsa,” ujar Said dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Said menilai, perubahan pola perang di era modern membuat peran masyarakat dalam sistem pertahanan menjadi semakin penting. Bentuk ancaman kini tidak lagi sebatas serangan militer, melainkan meluas ke dimensi politik, ekonomi, sosial budaya, dan siber.
"Perang hari ini tidak lagi identik dengan pertempuran bersenjata. Kita menghadapi perang informasi, perang ekonomi, bahkan perang budaya. Untuk itulah, rakyat dilatih dan para profesional harus menjadi bagian dari sistem pertahanan semesta yang menyatu dengan kekuatan TNI dan Polri," paparnya.
Menurut Said, keterlibatan masyarakat sipil dalam mendukung keamanan digital, ekonomi nasional, hingga stabilitas sosial menjadi elemen baru dalam mempertahankan kedaulatan bangsa di tengah era globalisasi.
Meski bentuk ancaman telah berevolusi, Said menekankan bahwa kekuatan pertahanan konvensional tidak boleh diabaikan. Ia menyebut konsep Minimum Essential Force (MEF) menjadi fondasi penting untuk menjamin kesiapan tempur dan kemampuan dasar pelestarian nasional.
“Medan perang modern boleh saja berlapis — dari darat, laut, udara, hingga siber — namun kekuatan konvensional tetap wajib diperkuat. MEF menjadi barometer penting agar kesiapan dasar pertahanan negara tetap terjaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Said mengapresiasi langkah-langkah strategis Presiden Prabowo selama menjabat Menteri Pertahanan, yang secara nyata memperkuat organisasi dan postur TNI di berbagai matra.
Ia menyebut, penataan struktur pertahanan yang dilakukan Prabowo menjadi bukti komitmen dalam menjaga keseimbangan kekuatan di seluruh wilayah Indonesia.