SUMENEP | LIPUTAN12 - Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas, RSUD dr. H.Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus memperkuat transformasi pelayanan melalui budaya mutual dan keselamatan pasien. 

Komitmen tersebut tercermin dari pencapaian berbagai indikator mutu pelayanan selama Semester I Tahun 2026 yang menunjukkan tren positif di hampir seluruh sektor pelayanan rumah sakit.

Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas layanan di RSUDMA tidak hanya terfokus pada standar akreditasi, tetapi telah menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga unsur manajemen.

Berdasarkan hasil evaluasi indikator mutu Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026, sejumlah indikator strategi berhasil mencatatkan pencapaian yang menggembirakan. Pada Triwulan II, tingkat pemenuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen, sedangkan kepatuhan terhadap program pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap menyentuh 95,14 persen.

Tak hanya itu, komitmen terhadap pelayanan publik juga tercermin dari tingkat penyelesaian pengaduan masyarakat yang mencapai 89,76 persen, menunjukkan keseriusan rumah sakit dalam menerima setiap keluhan, kritik, maupun masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

Sementara pada aspek operasional, tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) tercatat 76,85 persen, dengan rata-rata lama perawatan pasien (Average length of stay/ALOS) selama 5,32 hari. 

Di bidang farmasi, rata-rata waktu penyediaan obat racikan hanya 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. 

Ketepatan jadwal tindakan operasi pun mencapai 92,67 persen, yang mencerminkan pelayanan rumah sakit semakin efektif dan efisien.

Capaian tersebut melanjutkan kinerja positif pada Triwulan I Tahun 2026. Saat itu, kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen, memenuhi pelaporan hasil laboratorium kritis 93,62 persen, memenuhi kepatuhan jadwal kunjungan dokter spesialis 87,45 persen, memenuhi edukasi pasien 90,17 persen, serta memenuhi penerapan kepatuhan kebersihan tangan mencapai 96,34 persen.