PAMEKASAN I LIPUTAN12 - Kabupaten Pamekasan kembali mengukir prestasi di tingkat internasional melalui keberhasilan PT Empat Sekawan Mulia (ESM) mengekspor 20 juta batang rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) ke Filipina. 

Langkah ini menandai babak baru kebangkitan industri hasil tembakau Madura sekaligus mempertegas posisi Pamekasan sebagai salah satu daerah yang mampu mengelola potensi lokal menjadi komoditas berdaya saing global.

Seremoni pelepasan ekspor yang mengusung tema “Pamekasan Menembus Dunia” berlangsung khidmat dan meriah, menghadirkan jajaran manajemen PT ESM, Bupati Pamekasan Kholilurrahman, serta sejumlah pejabat birokrasi daerah.

Tema tersebut bukan sekedar slogan, namun mencerminkan komitmen daerah dalam menjadikan Pamekasan sebagai pemain penting dalam rantai industri tembakau internasional.

Direktur PT ESM, H. Suhaydi, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor tidak lepas dari kualitas tembakau Madura yang selama ini dikenal memiliki karakteristik unik dan disukai pasar luar negeri. Ia menegaskan bahwa seluruh bahan baku yang digunakan dalam produksi rokok ekspor ini berasal dari petani lokal.

“Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi kami. Tembakau Madura memiliki aroma, tekstur, dan kualitas yang sangat kompetitif. Dengan ekspor 20 juta batang SPM ini, kami ingin memperkuat identitas bahwa Madura bukan hanya penghasil tembakau, tetapi juga produsen rokok yang mampu masuk ke pasar internasional,” ujarnya.

H. Suhaydi, yang akrab disapa H. Edy, menambahkan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan buah dari proses panjang: mulai dari pelatihan petani, peningkatan standar produksi, sertifikasi kualitas, hingga adaptasi terhadap regulasi ekspor yang ketat.

“Pasar global menuntut konsistensi dan kualitas. Kami menjawabnya dengan inovasi dan komitmen,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT ESM atas dedikasi dan kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi daerah.