Foto: Bayi No. 1 yang Diduga tertukar dengan Bayi No. 2 (Dok. Kachonk/liputan12)

SUMENEP|LIPUTAN12 – Dugaan Bayi tertukar di RSUD dr. Moh Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah memasuki tahap penyidikan dan sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S mengatakan, kasus yang menjerat salah satu rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu akan segera ditangani tim Polda Jatim.

Pasalnya, di bulan Desember ini, pihak kepolisian akan melakukan Tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA).

“Iya mas, sudah ditangani unit perlindungan perempuan dan anak (PPA), dan akan dilakukan proses tes DNA oleh Tim dari Polda (RS Bhayangkara-red) tanggal 1 Desember nanti,” kata AKP Widiarti melalu pesan singkat Whattshap, Jum’at (27/11/2020).

Menurut Widi, test DNA ini sangatlah penting untuk mengatahui kebenaran akan laporan dugaan bayi tertukar di RSUD dr. Moh. Anwar, sehingga kasus ini dapat menemukan titik terang.

“Karena hanya dengan test DNA bisa terang semuanya,” tegas mantan Kapolsek Kota Sumenep ini.

Dikonfirmasi perihal sampel yang akan digunakan untuk test DNA, pihaknya menyampaikan dengan singkat akan dilakukan sesuai dengan laporan.

Sebelumnya, pasien dari pasangan suami istri Nurma Ningsih (25) tahun, dan Subroto (27) tahun, warga Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang yang diduga bayinya tertukar pada Minggu (15/11/2020) lalu itu, sempat menunjukkan dua foto bayi yang memiliki perbedaan.