SUMENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan Pawai Muharram akan menjadi agenda tahunan daerah sebagai bagian dari komitmen menjaga tradisi keagamaan, memperkuat syiar Islam, sekaligus melestarikan warisan budaya yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat selama puluhan tahun.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memberangkatkan ribuan peserta Pawai Muharram 1448 Hijriah dari kawasan bersejarah Labang Mesem, Senin (29/6/2026) Malam.
Ribuan warga memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan penampilan sekitar 750 pelajar dari 30 lembaga pendidikan yang mengenakan beragam busana dan atribut Islami. Kegiatan berlangsung tertib dan menjadi salah satu rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep.
Dalam perayaannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Pawai Muharram.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, para guru, peserta didik, orang tua, tokoh agama, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan Pawai Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam masih terpelihara dengan sangat baik di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Menurutnya, Pawai Muharram bukan sekadar kegiatan seremonial dalam menyambut pergantian Tahun Baru Islam, melainkan memiliki makna yang lebih luas sebagai media edukasi sekaligus pelestarian budaya Islam yang menjadi identitas masyarakat Sumenep.
“Tradisi ini telah diwariskan oleh para ulama dan tokoh masyarakat sejak puluhan tahun silam. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tidak hilang ditelan zaman. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan sehingga Pawai Muharram tetap menjadi ruang syiar, karakter pendidikan, dan pelestarian budaya bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Bupati menjelaskan, berdasarkan sejarah yang berkembang di tengah masyarakat, tradisi Pawai Muharram telah berlangsung sejak sekitar tahun 1940 dan terus dilestarikan hingga sekarang.
Ia menegaskan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin tahunan.

