SUMENEP|LIPUTAN12 – Acara Musyawarah daerah (Musda) dengan agenda pemilihan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga tak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurut Iswandi salah satu peserta yang merasa kecewa mengatakan, dalam forum Musda Dekopinda Sumenep pagi tadi terdapat beberapa kejanggalan yang membuat dirinya memilih walk out dari forum tersebut.
Pertama, Ia mengaku forum Musda Dekopinda Sumenep jauh dari prinsip demokrasi, karena ada beberapa peserta yang akan memberikan usulan dan saran tidak diindahkan oleh pimpinan sidang.
“Panitia tidak memberikan kesempatan peserta untuk tanya jawab, bahkan tadi itu ada peserta yang mengacungkan tangan tapi tidak diberikan kesempatan,” kata Iswandi kepada media liputan12, selepas acara melalui saluran telpon, Kamis (24/12/2020).

Wandi membeberkan, kegiatan ini seharusnya digelar hingga pukul 15.00 WIB atau jam 3 sore, akan tetapi pada pukul 11.00 Wib sudah selesai.
“Saya menduga acara ini sudah diatur agar ketua yang lama bisa menjabat, dan saya selaku peserta merasa keberatan dengan kepengurusan Dekopinda yang saat ini digelar,” tegasnya.
Ia pun menjelaskan, laporan pertanggung jawaban dari pengurus Dekopinda Kabupaten Sumenep sebelum nya itu tidak dibacakan. Padahal menurutnya, secara aturan, pengurus harus menyampaikan pertanggungjawaban kinerjanya setiap akhir jabatan.
“Laporan pertanggungjawaban semua belum dibahas, akhirnya kami belum puas,” jelasnya.

