BOGOR I LIPUTAN12 - Pekan pertama bulan Januari 2025 ini, banyak warga yang mengeluhkan kelangkaan salah satu jenis komoditas pangan strategis yaitu minyak goreng. 

Umi Hanifah (35) seorang pemilik usaha warung nasi di wilayah Kecamatan Ciseeng mengatakan, jika minyak goreng kemasan beberapa hari ini memang mulai terbatas dan sulit didapatkan. 

"Iya mulai agak terbatas dan harganya juga mulai naik. Di beberapa agen tempat saya beli, sudah tidak ada. Saya nggak tau apa sebabnya," ungkap Umi, Rabu (8/1/2025). 

Atiek Yulis Setyowati, seorang ibu rumah tangga mengaku kesulitan untuk membeli minyak goreng kemasan baik di warung eceran bahkan dirinya mencari hingga ke agen, namun tetap tidak ada (kosong).

"Lalu saya coba cari di warung kecil dekat komplek, ada tinggal 1 pouch ukuran 2 liter. Kata pemilik warung itupun stok nya tinggal 1 dan harganya sudah tinggi," ungkapnya. 

Dikonfirmasi soal ketersediaan dan harga minyak goreng saat ini di pasar tradisional, Kepala Unit Pasar Ciseeng Iwan Darmawan menjelaskan, untuk kondisi hari ini para pedagang minyak goreng masih ada stok. 

Ia menambahkan, menurut keterangan dari pedagang di pasar tradisional tersebut, jenis minyak goreng yang langka adalah untuk minyak goreng kemasan. Dan hal itu di alami untuk para pedagang tingkat grosir.

"Tapi untuk di pasar Ciseeng, alhamdulillah beberapa pedagang masih ada stok untuk  putaran hari pasar. Untuk harga minyak kita Rp18.000 perliter, minyak curah Rp20.000 perkilo dan minta Bimoli Rp22.000 perliter," ujarnya. 

Sementara mengutip informasi harga rata-rata pangan nasional dari laman website resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas) periode tanggal 1 hingga 8 Januari 2025, tercatat harga minyak goreng kemasan sederhana untuk pedagang grosir senilai Rp17.230 perliter.