LIPUTAN12.ID|BOGOR – Bisnis laundry kini dinilai sedang naik kelas di kawasan puncak, salah satu warga yang ingin mencoba peruntungan di bidang tersebut adalah Neneg Yuni, warga Kampung Karamat RT 01/01, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung.
Neneng menyulap rumahnya untuk dijadikan bisnis laundry yang baru saja berjalan kurang dari satu bulan.
“Ya, Bismillah atas izin Allah SWT, saya berikhtiar mengais rejeki lewat usaha laundry ini yang baru saja berjalan beberapa minggu. Mudah-mudahan dilancarkan semuanya,” kata Neneng Yuni kepada Liputan12.id Kamis (05/12/2019).
Neneg menceritakan ada tiga tantangan yang dihadapi dalam bisnis laundry, yaitu modal, sumber daya manusia (SDM) dan mental.
“Kendala awalnya itu bagi kita masalah modal, SDM dan mental kita,” tuturnya.
“Namun, mungkin yang menjadi kendala besar adalah membentuk mental. Karena, dalam urusan bisnis pasti ada rasa takut gagal juga hal-hal lainnya,” imbuhnya.
Dia menuturkan, pada awalnya pasti merasa capek. “Enggak ada waktu sama teman-teman, waktunya tersita usaha. Dan, kebutuhan primer kita harus dikesampingkan untuk usaha ini. Karena modal kita waktu itu memang minim,” kenangnya.
“Kita cari modal sendiri, tanpa bantuan orang tua. Sampai pada akhirnya kita melihat income-nya cukup bagus, pengunjung mulai ramai,” jelasnya.
Menurut dia, dengan semakin terbentuknya mental usaha akan berjalan baik apapun masalah dan kendalanya.