SANANA|LIPUTAN12 – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana Usman Buamona meminta kepada seluruh Tim sukses calon kepala daerah (cakada) dari ketiga pasangan calon (paslon) di kabupaten Kepulauan Sula agar tetap fokus pada kampanye Visi dan Missi serta hindari politik adu domba terhadap masyarakat di pilkada serentak 2020.
Diketahui pada tanggal 9 Desember mendatang di semua daerah menggelar pemilihan serentak bupati dan wakil bupati termasuk daerah kabupaten Kepulauan Sula yang saat ini telah memasuki tahapan kampanye tertutup putaran kedua yang dibagi tiga zona.
Usman Buamona menyampaikan, kampanye politik adalah bentuk komunikasi politik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan dari masyarakat setempat karena itu amanat Undang-undang.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 pasal 1 ayat 26 bahwasanya kampanye adalah suatu atau serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program yang ditawarkan oleh calon peserta Pemilu,” ujarnya kepada liputan12, Minggu (8/11/2020).
Lanjut Usman, Kotler dan Roberto, Kampanye adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh seseorang atau berkelompok untuk menanamkan ide, sikap, prilaku yang dinginkan pelaku kampanye.
“Upaya perubahan yang dilakukan kampanye selalu terkait dengan aspek pengetahuan, sikap, dan prilaku. Dalam aspek pengetahuan diharapkan akan munculnya kesadaran, berubahnya keyakinan atau meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang isu tertentu, yang kemudian adanya perubahan dalam ranah sikap. Pada tahap akhir dari tujuannya yaitu mengubah prilaku masyarakat secara konkret berupa tindakan yang bersifat insidental maupun berkelanjutan (Pfau Dan Parrot),” jelasnya.
Menurut Ketua Umum yang ke 12 HMI Cabang Sanana ini, kampanye politik yang seharusnya menjadi instrumen bagi masing-masing paslon untuk menjabarkan atau mengsosialisasikan visi dan misi agar menjadi tolak ukur untuk menarik perhatian publik kini tidak berbanding lurus dengan fakta yang terjadi di lapangan.
“Berdasarkan hasil pengamatan baik di lapangan maupun ketika mengikuti perkembangan di media sosial bahwa ruang demokrasi kita di Sula saat ini telah dipenuhi dengan opini-opini miring yang merusak moral publik dari timses di masing-masing cakada. Ini tentunya sangat berpengaruh terhadap iklim demokrasi kita di Sula,” tegas Usman.
Dikatakannya, selain dari itu, kampanye di tengah pandemi COVID 19 juga harus mengedepankan protap kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Tidak juga harus melibatkan anak-anak dan ibu-ibu hamil, hal itu telah di atur dalam PKPU no 2 tahun 2020 dan maklumat Kapolri yang telah beredar ke seluruh pelosok.