BOGOR I LIPUTAN12 - Ada momen-momen tertentu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata sederhana, tapi membekas di hati. Itulah yang terjadi pada hari istimewa ketika Ayah Kahadafi, salah satu anggota Dantim 7 yang dikenal kalem namun penuh kejutan, datang membawa sesuatu yang tak biasa: sebuah hadiah.

Bukan sembarang hadiah, "sebuah nama yang justru menambah misteri dan rasa penasaran. Seketika, seluruh anggota dibuat penasaran dan antusias. Apa maksudnya? Apa isinya? Dan mengapa hari itu terasa begitu spesial?"

Ternyata, hadiah itu bukan hanya soal isi, tapi lebih pada makna yang dibawanya. Saat dibuka bukan barang mewah yang terlihat, melainkan simbol perhatian, kejutan, dan kehangatan persahabatan, mungkin hanya sekedar cemilan atau penghilang dahaga, namun atmosfer yang tercipta sungguh terasa terang.

Canda tawa pecah, senyum tak henti bermekaran di wajah masing-masing anggota. Beberapa tertawa geli, yang lain menggoda si pemberi hadiah, dan ada juga yang diam-diam merasa tersentuh. Siapa sangka, dari seorang Ayah Kahadafi yang biasanya tenang dan tidak banyak bicara, muncul bentuk kasih sayang seperti ini untuk rekan-rekannya?

Bagi Dantim 7, hadiah ini lebih dari sekadar pemberian fisik, "Ini adalah energi baru yang menyegarkan semangat kebersamaan. Sebuah bukti bahwa tim 7 ini bukan sekadar kumpulan orang yang bekerja sama, tapi keluarga kecil yang saling menjaga dan saling melindungi," ujarnya dengan lirih, Rabu, 23 Juli 2025.

Dari sebuah "Hadiah", hari itu menjadi penuh cahaya. Dantim 7 tak hanya mendapat hadiah, tapi juga kenangan yang akan diceritakan berkali-kali dengan senyum di wajah.

Ayah Kahadafi mungkin tak mengira, tapi aksinya hari itu benar-benar membuat hari semua orang jadi lebih cerah.

"Terima kasih untuk hadiahmu yang sederhana namun bermakna besar. Di balik "Gelapnya Malam" itu, kami menemukan terang kebersamaan," ujar Dantim 7.***