JAKARTA I LIPUTAN12 - PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Pekanbaru - Dumai (Permai), terus mengimbau kepada setiap pengendara yang memanfaatkan fasilitas highway ini untuk berhati-hati.
Apalagi jarak tempuh jalan tol yang panjang, acapkali membuat pengendara kurang waspada dalam mengemudi hingga tak jarang memicu kecelakaan berakibat fatal. Belum lagi lelah dan ngantuk saat berkendara, kerap memicu microsleep dan akhirnya berdampak fatal.
Seperti yang terjadi pada Selasa pagi (7/7/2026) saat sebuah bus menabrak truk yang melaju searah di Tol Permai hingga menyebabkan dua orang penumpang bus meninggal dunia. Hasil penyelidikan pihak PJR, penyebabnya lagi-lagi akibat microsleep.
Kepala Regional SBT (Sumatera Bagian Tengah) PT Hutama Karya Untung Joko Ristyono ketika dikonfirmasi mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa tersebut.
"Kami dari Hutama Karya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas terjadinya kecelakaan lalu lintas yang sebelumnya telah menimbulkan korban jiwa," ungkap Untung, Selasa sore
Namun di sisi lain, lanjut Untung, sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya pada malam hari serta kejadian tabrak belakang, HK terus memperkuat pelaksanaan program keselamatan secara konsisten di seluruh area operasional.
"Selain itu, seluruh ruas jalan tol yang dikelola telah dilengkapi dengan perambuan, marka jalan, delineator, guardrail, dan perangkat keselamatan jalan lainnya sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku untuk mendukung keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan," sebutnya.
Secara rinci disampaikannya, program keselamatan yang dilaksanakan meliputi operasi kendaraan dengan fokus pencegahan microsleep melalui pemeriksaan kesiapan pengemudi dan kendaraan, operasi simpatik berupa imbauan keselamatan kepada pengemudi sebelum memasuki gerbang tol, serta edukasi kepada pengguna jalan melalui public address di gerbang tol dan kendaraan operasional untuk mengingatkan pentingnya menjaga kecepatan, menjaga jarak aman, dan meningkatkan kewaspadaan selama berkendara.
"Selain itu, perusahaan juga melaksanakan pemeriksaan lampu belakang untuk memastikan sistem penerangan kendaraan berfungsi dengan baik, operasi ODOL (Over Dimension Over Loading) agar kendaraan beroperasi sesuai ketentuan, pemasangan spanduk dan media komunikasi keselamatan di titik-titik strategis, penyampaian pesan keselamatan melalui adlibs radio secara berkala, serta pelaksanaan shift malam manajemen untuk meningkatkan pengawasan dan pendampingan pada jam operasional yang berisiko tinggi," ujar Untung.

