SUMENEP | LIPUTAN12 – Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Sumenep berhasil mencuri perhatian ribuan jamaah dalam Pengajian Akbar dan Khotmil Al-Qur'an Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah, Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, yang berlangsung pada 12–14 Juli 2026.
Dengan balutan seragam loreng khas TNI dipadukan irama rebana yang harmonis serta lantunan selawat yang syahdu, para prajurit Yonif TP 931/KJ Sumenep menghadirkan penampilan hadrah yang memukau.
Suasana religius semakin terasa ketika setiap lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di tengah ratusan santri, wali santri, ulama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan yang hadir.
Penampilan tersebut bukan sekedar hiburan dalam rangkaian acara, melainkan menjadi bukti bahwa Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Sumenep merupakan wadah pelatihan seni Islami bagi para prajurit.
Di balik ketegasan sebagai penjaga kedaulatan negara, mereka juga mampu menampilkan seni religi dengan kualitas yang mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Tepuk tangan dan pujian mengiringi setiap penampilan grup hadrah tersebut. Banyak jamaah yang mengabadikan momen itu menggunakan telepon karena kagum melihat prajurit TNI mampu menyajikan pertunjukan hadrah yang sarat nilai religius, penuh kekompakan, dan berkelas.
Komandan Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole, Mayor Inf. Aditya Danang Putranto, S.S.T.,HAN., M.I.P, mengatakan bahwa keberadaan Grup Hadrah Yonif TP 931/KJ Sumenep merupakan bagian dari pelatihan mental dan spiritual prajurit.
“Melalui Grup Hadrah Yonif TP 931/KJ, kami ingin menunjukkan bahwa prajurit TNI tidak hanya dibentuk menjadi sosok yang profesional dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap syiar Islam, seni budaya, dan nilai-nilai spiritual. Seni hadrah menjadi media dakwah sekaligus sarana mempererat hubungan TNI dengan masyarakat,” ujarnya kepada Tim Media ini.
Menurutnya, penampilan grup hadrah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Yonif TP 931/KJ Sumenep dalam menghadirkan wajah TNI yang humanis, religius, dan dekat dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pesantren.

