SUMENEP I LIPUTAN12 - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep Menggelar Focus Grup Dicussion (FGD) dalam rangka penyusunan laporan evaluasi pemilihan bupati dan wakil bupati sumenep tahun 2024.

Acara ini berlangsung di Hotel El Malik yang berlokasi di Jalan Hos Cokroaminoto Pajagalan Kecamatan Kota Sumenep, dengan konsep sederhana sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.

Hadir pada kegiatan tersebut, Seluruh Komisioner KPU, Forkopimda Sumenep, serta Partai Politik, Desk Pilkada, Bawaslu, Sumenep, LO (Liasion Officer) Paslon, OKP juga dari Asosiasi Media yang ada di sumenep.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Sumenep, Nurus Syamsi menyampaikan, bahwa FGD ini bertujuan untuk mengevaluasi seluruh tahapan Pilkada yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi kendala yang muncul, serta merumuskan rekomendasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.

"Apa saja menjadi hambatan baik internal maupun eksternal maka dilaksanakan FGD ini,maka Evaluasi ini sangat penting untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan Pilkada di Sumenep" terqngnya. Selasa (25/2/2025).

Dalam pelaksanaan Pilkada 2024, Syamsi menuturkan, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Kabupaten Sumenep termasuk yang paling tinggi tingkat partisipasi pemilihnya se Jawa Timur. 

Meskipun, khusus untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep mengalami penurunan persentase kehadiran, berdasarkan data berkisar di angka 1 persen dibandingkan pelaksanaan Pilkada periode sebelumnya. 

"Ini menjadi catatan dan evaluasi kami, ke depan perlu kita diskusikan apa yang kiranya menjadi masukan kepada KPU untuk bahan perbaikan," jelasnya.

Sementara, Dalam FGD ini, beberapa isu strategis yang menjadi sorotan antara lain efektivitas sistem rekapitulasi suara, distribusi logistik pemilu, serta langkah-langkah peningkatan partisipasi pemilih. Selain itu, aspek netralitas penyelenggara pemilu dan upaya pencegahan pelanggaran juga turut menjadi bahan diskusi.