Foto: Ilustrasi

SUMENEP|LIPUTAN12 – Lemahnya pengawasan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur, menyebabkan maraknya para perangkat desa yang merangkap jabatan. Selain tidak maksimal pada satu pekerjaan/jabatan dimungkinkan penerimaan uang Negara yang ganda pada satu orang.

Ini membuktikan lemahnya pemerintahan kita dalam menerapkan suatu aturan. Sepertinya peraturan hanya sekedar diucapkan saja. Kenyataannya masih ada beberapa perangkat menerima tunjangan atas jabatannya di desa, termasuk menerima aliran dana sertifikasi sebagai guru pengajar di suatu lembaga.

Seperti yang terjadi di lingkungan kementrian agama kabupaten Sumenep, perlu adanya ketegasan agar mereka memilih antara jabatan yang dirangkapnya, sehingga aliran dana dari pemerintah tidak dimonopoli oleh seseorang saja, apalagi ada kenaikan tunjangan.

Salah satu contoh yang terjadi pada seorang perangkat desa yang ada di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, bernama Akhmadi yang menjabat sebagai bendahara desa ternyata merangkap sebagai guru pengajar di sebuah Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di salah satu lembaga yayasan yang ada di Kecamatan Rubaru.

“Memang benar mas, Akhmadi bertugas sebagai bendahara desa di Desa Bunbarat. Selain itu ia juga aktif sebagai Guru sertifikasi di MTs yang ada di Desa Karang Nangka,” ujar salah seorang warga kepada awak media sambil mewanti-wanti agar identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (13/8/2020).

“Bagaimana mau memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, bila perangkatnya masih sibuk mengajar di Madrasah, atau sebaliknya. Bagaimana mau mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas bila guru bersangkutan masih sibuk masuk kantor di desa,“ paparnya.

Selain itu dikatakannya pula, bahwa informasinya yang bersangkutan telah berulang kali mendapat teguran verbal dari Kepala Desa, bahkan pernah terlihat pihak kecamatan pun pernah menegur, entah dalam permasalahan apa.

“Berkali-kali kepala desa pernah menegur secara verbal tentang indisipliner kinerja. Bahkan waktu lalu juga pernah ditegur oleh pak camat, entah atas permasalahan apa,” tukasnya.