SUMENEP I LIPUTAN12 - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur menggelar Diklat Pendidikan dan Pelatihan Layanan Sekolah Inklusi, di Aula Lantai III Hotel Azmi, selama tiga hari.
Diketahui, sebanyak 97 peserta mengikuti pelatihan ini terdiri dari lima guru PAUD, 61 guru SD, dan 31 guru SMP.
Tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman mengenai strategi pendampingan agar proses pembelajaran bagi peserta didik penyandang disabilitas dapat berjalan lancar.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Widyaprada Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur, dan perwakilan dari Inovasi Jakarta serta Jawa Timur.
“Pelatihan ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk menyediakan layanan pendidikan yang adil dan merata bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” kata Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, melalui Sekretaris Disdik, Fatimah Umar, Rabu (7/8/2024.
Menurutnya, bahwa konsep ‘INKLUSI’ dalam pendidikan mencerminkan pemahaman bahwa kelas dan komunitas pendidikan harus melibatkan semua anak dengan beragam kebutuhan.
IWO Sumenep dan Universitas PGRI Teken MoU: Perkuat Sinergi Pendidikan dan Literasi Media
INKLUSI adalah pendekatan yang memberikan kesempatan yang
setara bagi semua anak untuk belajar di lingkungan yang inklusif.
“INKLUSI adalah tentang menciptakan lingkungan yang terbuka bagi individu dengan berbagai latar belakang dan kondisi, baik itu fisik, kepribadian, status sosial, suku, atau budaya,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan, bahwa pelatihan ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu mendidik untuk menciptakan individu yang mandiri dan berdaya cipta.