SUMENEP I LIPUTAN12 - Seorang pria difabel berinisial AT (38), warga Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep harus menerima kenyataan pahit. Berniat mencari nafkah untuk keluarganya, ia justru berakhir di balik jeruji besi.
AT diamankan oleh Satreskrim Polres Sumenep pada Jumat, 28 Februari 2025, karena diduga memproduksi bahan peledak sejenis petasan atau yang dikenal sebagai 'Sreng Dor' di Madura. Petasan ini dijual dengan harga satuan hanya Rp1.000.
Ahmad Zaini, salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa AT memang pernah membuat Sreng door di masa lalu. Namun, ia sudah lama berhenti dan hanya memproduksi dalam jumlah kecil jika ada pesanan.
“Dulu dia pernah buat, tapi itu sudah lama. Kalau pun ada pesanan, paling hanya 50 buah seharga Rp50 ribu,” kata Ahmad Zaini pada Selasa, 4 Maret 2025.
Sebagai seorang kepala keluarga dengan dua anak, AT terpaksa menerima pesanan pembuatan Sreng karena kondisi ekonominya yang sangat terbatas. Keterbatasan fisik membuatnya sulit mencari pekerjaan lain dengan penghasilan mencukupi.
"Sudah lama dia berhenti. Tapi beberapa hari ini ada orang yang memaksa dia untuk membuat lagi," ungkap Zaini.
Sebelum ditangkap, AT mengandalkan pertanian kecil-kecilan sebagai sumber penghasilan. Ia menanam cabai hidroponik di pekarangan rumahnya yang sempit. Warga sekitar terkejut mengetahui AT diamankan polisi, mengingat ia sudah lama tidak berurusan dengan produksi petasan.
Berdasarkan informasi yang beredar, AT kembali membuat Sreng setelah seorang warga Kecamatan Manding berinisial SE memaksa agar ia menerima pesanan. AT awalnya menolak, tetapi karena desakan ekonomi dan kebutuhan menjelang Ramadan, ia akhirnya menyanggupi pesanan tersebut, sekitar 40 buah. Setelah pesanan kedua yang jumlahnya lebih kecil, AT justru ditangkap oleh pihak kepolisian.
Penangkapan AT menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan warga sekitar. Zaini mengungkapkan bahwa di rumah AT tidak ada Sreng siap jual, karena semuanya telah dikirim ke SE. Namun, dalam rilis resmi kepolisian, disebutkan ada barang bukti 100 buah Sreng dor.