SUMENEP - Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur menghimbau kepada petani tembakau untuk menerapkan praktik pertanian yang terukur dan berkelanjutan.
"Meskipun tembakau ini tidak termasuk pada tanaman yang bersubsidi, saya juga ikut prihatin kepada petani, lebih dari itu juga sebagai penunjang ekonomi petani apalagi pedesaan," Kadis Pertanian, Chainur Rasyid, Kamis (30/05/24)
Meningkatkan kualitas tembakau, kata dia, bukanlah sekadar upaya untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi, tapi penting untuk melakukan penerapan praktik pertanian yang terukur dan berkelanjutan.
"Dengan menggabungkan pengetahuan antara tradisional dan teknologi modern, petani sangat bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka, yang tanpa merusak lingkungan itu lebih utamanya," jelasnya.
Untuk mencapai peningkatan kualitas yang signifikan, maka diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh rantai pasok tembakau.
"Mulai dari pemilihan bibit yang berkualitas, pengelolaan tanah yang baik, hingga pengendalian hama dan penyakit secara efektif, semua tahapan dalam proses pertanian harus dijalankan dengan penuh perhatian dan kehati-hatian," bebernya.
Dengan adanya himbauan ini, ia berharap para petani tembakau semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas hasilnya.
"Selebihnya, untuk hal ini juga tergantung bagaimana di gudang, saya cuma memerhatikan masyarakat-masyarakat kecil yang ekonominya juga ingin membaik. Tapi kalu kualitas sudah bagus harga pasar juga akan bagus," pungkasnya.