SUMENEP I liputan12 - Pembiayaan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan sejumlah pihak di lingkungan pendidikan.
Pasalnya, seluruh madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep dipungut biaya pendaftaran, meskipun tidak semua peserta mengirimkan dalam ajang tersebut.
Seorang kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Sumenep yang enggan disebutkan membenarkan adanya pungutan tersebut. Menurutnya, setiap lembaga diminta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp250.000, bahkan meski tidak mengirimkan siswa untuk ikut serta.
Besarnya Rp250.000 per lembaga se-Sumenep itu Di Tingkat MI saja, Belum lagi dari Tibgkat MTs dan MA, meski kami tidak mengirimkan peserta. Biayanya juga bisa berbeda di tiap kecamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (10/5/2025).
Senada dengan itu, Guru Madrasah dari salah satu MI di wilayah kepulauan Sumenep juga menyatakan bahwa biaya tersebut bersifat wajib dan ditetapkan oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) tingkat kabupaten.
“Kami tetap harus membayar meski tidak ikut seleksi tingkat kabupaten. Ini keputusan dari ketua KKM se-Kabupaten,” ujar sumber yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menambahkan bahwa niatnya tidak mengirimkan peserta didik karena mempertimbangkan kendala jarak dan biaya transportasi dari kepulauan ke daratan.
"Bagi sekolah-sekolah di kepulauan, biaya pendaftaran saja sudah cukup nyaman. Belum lagi biaya transportasi dan akomodasi ke lokasi kegiatan," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenag Sumenep maupun pengurus KKM kabupaten belum memberikan klarifikasi resmi terkait dasar penarikan biaya pendaftaran tersebut dan mekanisme penggunaannya.

