JAKARTA | LIPUTAN12 – Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi mengatakan pada tahun 2020 hingga 2021, pandemi masih menjadi momok kemiskinan. Maka terpikir orang enggan berdonasi, bahkan saling menolong.
“Namun hal tersebut berbanding terbalik di Dompet Dhuafa pada tahun 2021, total penghimpunan dari donasi kebaikan hampir 20% atau bahkan lebih,” demikian disampaikan Nasyith Majidi pada pembukaan Social Humanity Outlook sebagai pemuncak rangkaian Indonesian Humanity Summit (I-HitS) 2022.
Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono menuturkan bahwa Pandemi tidak hanya membuat kelas bawah terjebak pada derajat kemiskinan yang semakin dalam, namun juga telah membuat banyak kelas menengah semakin rentan jatuh ke jurang kemiskinan.
“Bila kita lipat gandakan garis kemiskinan ekstrem, yaitu 1,6 kali garis kemiskinan, angka kemiskinan melonjak menjadi 34,37 persen,” tuturnya.
Sementara itu Direktur Business Operation Support, Prima Hadi Putra mengatkan, dalam mengelola Dompet Dhuafa mempunyai tantangan yang terus dihadapi. Melakukan transformasi adalah tantangan yang kami hadapi di 3 hal besar, yakni SDM (Sumber Daya Manusia), proses dalam pembaharuan, membawa teknologi yang tepat guna ke dalam Dompet Dhuafa.
“Alhamdulillah dari 2018-2021 Dompet Dhuafa masih menjadi Top Brand dalam kategori Badan penyalur Zakat dan Amal. Hal tersebut tak terlepas dari kepercayaan donatur,” ujar Prima Hadi Putra mewakili Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti.
“Di sisi lain, lanjutnya, Dompet Dhuafa berinovasi dan kolaborAksi bersama mitra dalam membangun Digitalisasi Fundraising, serta penguatan program yang terus digulirkan oleh Dompet Dhuafa. Secara index demografi di 2021, tercatat indeks kepuasan donatur sebanyak 98%, pertumbuhan penghimpunan mencapai 23,05%, donor milenial 44%, pertumbuhan donatur mencapai 15%, retensi donor sebanyak 31%, serta lebih dari 250 KOL turut berkolaborAksi,” jelasnya.
Pada pemaparannya, Doni Marlan selaku Direktur Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi menyebutkan bahwa Dompet Dhuafa dengan program ketahanan pangan yang mengelola 1.007 hektar lahan di Sumatera dan Jawa. Di bidang peternakan tersebar di 14 titik.
“Kemudian kami juga menggulirkan social trust fund untuk pemberian akses modal ke UMKM,” ungkap Doni.