SUMEENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengambil langkah strategis untuk memastikan efisiensi anggaran bisa berjalan optimal.

Hal itu, guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong inovasi daerah, ditengah badai pemangkasan dan menyempitnya ruang fiskal postur anggaran belanja daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto menyatakan, salah satu strategi utama yang diterapkan adalah optimalisasi sektor unggulan. Dan itu bisa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Penguatan ekonomi berbasis kawasan menjadi fokus utama kami, dengan menitikberatkan pada sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata,” katanya,  Jumat (7/3/2025).

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang dilakukan, yaitu melalui pendekatan ekonomi berbasis kawasan, peningkatan akses keuangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengendalian inflasi, serta optimalisasi pendapatan daerah.

Tak hanya itu, Pemkab Sumenep juga akan memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil, dengan mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Menurutnya, akses keuangan yang lebih luas dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemudahan mendapatkan modal. Selain itu, hal ini juga diharapkan mampu meningkatkan inklusi serta literasi keuangan masyarakat.

“Dengan akses keuangan yang lebih luas, masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola keuangan dan meningkatkan taraf hidup mereka,” jelasnya.

Di sisi lain, kata dia, pada peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian utama Pemkab Sumenep. Berbagai program telah disiapkan guna mendorong pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan, yang diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan kompetitif.