SUMENEP I LIPUTAN12 - Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Husky Cnooc Madura Limited (HCML) untuk Program Pengembangan Masyrakat (PPM) tahun 2024, di Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep (Pulau Sapudi), Madura, Jawa Timur, masih menjadi sorotan.

Itu terjadi setelah berhembus kabar bahwa ada dua desa yang  gagal menerima dana CSR HCML sebesar Rp20 juta, yang diduga pihak kecamatan memberikan keputusan tanpa ada koordinasi sebelumnya dengan pemerintah desa.

Hal itu, dibenarkan oleh Kepala Desa Talaga, H Mansuri, bahwa memang ada pihak kecamatan yang tiba-tiba meminta tanda tangan kepada pemerintah desa.

"Iya itu tidak jelas, tiba-tiba ada staf kecamatan ke Desa Talaga minta tanda tangan, sama saya tidak ditandatangi karena tidak jelas, dan tidak ada penolakan kalau saya tidak mau kepada bantuan itu," ujarnya, Kamis (9/1/2025).

"Memang gak ada komunikasi dari pak camat, kalau itu bantuan, gak mungkin saya gak mau kalau ada bantuan. Itu ada pendampingnya kok bisa merepotkan pihak desa, kan itu bisa diarahkan sama pendamping," sambungnya.

Lanjut, ia menjelaskan, kalau misalkan ada komunikasi yang baik pasti bantuan itu bisa dimanfaatkan oleh desa. Menurutnya, bahwa desa yang lain sudah menerima bantuan itu.

"Desa Talaga dan Desa Nonggunong, yang jelas saya tidak pernah menolak dengan bantuan tersebut. Kok bisa camat bersikap seperti itu," tuturnya.

Terpisah, Camat Nonggunung Robi Firmansyah Wijaya menyampaikan, bahwa hampir semua desa di Kecamatan Nonggunong, mendapatkan CSR HCML, masing-masing desa memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta.

Namun, kata dia, hanya ada dua desa yang menolak bantuan tersebut, sehingga dana itu dialihkan ke Posramil dan Polsek untuk penyediaan air bersih.