SUMENEP I LIPUTAN12 - Keberhasilan PT BPRS Bhakti Sumekar dalam bertransformasi dan mengembangkan layanan perbankan syariah berbasis daerah kembali mendapat perhatian dari luar daerah.
Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai tujuan kunjungan kerja untuk mempelajari proses transformasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).
Rombongan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Ketua, diterima Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Rumah Dinas Bupati, Selasa (30/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, transformasi BPRS Bhakti Sumekar menjadi salah satu topik utama yang dibahas sebagai model pengembangan bank daerah berbasis syariah.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Ketua, mengatakan sengaja memilih Kabupaten Sumenep karena ingin mempelajari keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan BPRS Bhakti Sumekar.
Menurutnya, pengalaman tersebut dinilai relevan sebagai referensi dalam rencana pengembangan Bank Perkreditan Rakyat milik Pemerintah Provinsi NTB agar mampu bertransformasi menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah.
“Kami melihat transformasi BPRS Bhakti Sumekar sebagai salah satu praktik baik yang layak dipelajari. Pengalaman Pemerintah Kabupaten Sumenep akan menjadi referensi penting dalam pengembangan BPR di NTB menuju BPRS,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, berbagi pengalaman antardaerah merupakan bagian dari upaya memperkuat inovasi dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk dalam pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman kepada daerah lain. Apa yang telah dilakukan di Sumenep merupakan hasil komitmen bersama dalam membangun tata kelola yang sehat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Cak Fauzi panggilan Akrabnya.

