SUMENEP I liputan12 - Semakin meningkatnya kebutuhan layanan digital, BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya menghadirkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga terus mengampanyekan pentingnya literasi digital bagi masyarakat.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa keamanan perbankan syariah tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga kesadaran nasabah dalam menjaga data pribadinya.
"BBS Mobile kami rancang dengan teknologi keamanan berlapis. Namun, sehebat apa pun sistemnya, tetap ada celah jika nasabah lengah. Karena itu, kuncinya ada pada kewaspadaan. Jangan mudah percaya pada siapa pun yang meminta PIN, OTP, atau password Anda," ujarnya saat dikonfirmasi media ini, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, berbagai modus penipuan kini semakin marak. Pelaku kerap menyamar sebagai pihak bank melalui telepon, pesan singkat, hingga tautan palsu.
“Mereka biasanya menggunakan trik psikologis, membuat calon korban panik atau tergiur iming-iming hadiah. Inilah saatnya masyarakat harus lebih cerdas memilah informasi,” tegasnya.
Fajar menekankan bahwa literasi digital adalah benteng utama dalam melawan kejahatan siber.
"Kami tidak ingin nasabah hanya pintar menggunakan aplikasi, tapi juga paham bagaimana menjaga keamanan digitalnya. Inilah yang kami sebut sebagai smart banking society," jelasnya.
Selain itu, saya juga menyiapkan saluran resmi yang dapat diakses pelanggan untuk menghindari kebingungan informasi.
“Kalau ada hal mencurigakan, segera cek langsung ke kantor BPRS Bhakti Sumekar atau melalui layanan pengaduan resmi. Jangan menunggu sampai uang hilang baru melapor,” pesannya.