SUMENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-758 yang akan menjadi identitas berbagai rangkaian kegiatan peringatan hari lahir daerah pada tahun 2026.

Mengusung tema “Songennep Sodek Parjuga”, logo tersebut tidak hanya hadir sebagai simbol perayaan, tetapi juga mewakili sejarah, budaya, karakter masyarakat, serta arah pembangunan Kabupaten Sumenep di masa depan.

Logo karya Choirur Rahman yang berhasil meraih juara pertama dalam sayembara desain logo Hari Jadi Sumenep ke-758 itu mengangkat sejumlah unsur khas daerah, seperti Tari Sintong, keris, motif batik, hingga simbol migas yang dirangkai dalam satu kesatuan visual penuh makna.

Berbeda dengan logo warning pada umumnya, desain tersebut tidak hanya mengedepankan aspek estetika, namun juga menyampaikan pesan tentang identitas dan perjalanan panjang Kabupaten Sumenep yang telah berdiri selama lebih dari tujuh abad.

Perancang logo, Choirur Rahman, mengatakan bahwa konsep desain yang diusung lahir dari keinginannya menghadirkan simbol yang mampu menggambarkan Sumenep secara utuh.

“Logo ini tidak sekedar menjadi identitas Hari Jadi, tetapi juga menggambarkan sejarah, budaya, potensi daerah, dan harapan masyarakat Sumenep ke depan. Kami ingin menghadirkan simbol yang mampu menyatukan nilai-nilai masa lalu dengan semangat pembangunan masa depan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Choirur, Tari Sintong Ditempatkan sebagai elemen utama karena memiliki filosofi yang kuat dalam menggambarkan karakter masyarakat Sumenep.

“Tari Sintong melambangkan nilai keteguhan, keluhuran budi, serta keseimbangan antara budaya dan spiritualitas. Nilai-nilai tersebut mencerminkan masyarakat Sumenep yang santun, berprinsip, dan tetap menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Ia berharap logo tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerah sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.