SUMENEP I LIPUTAN12 - Lima dekade bukan waktu yang singkat bagi sebuah kelompok kesenian untuk bertahan di tengah perubahan zaman. Namun, hal tersebut berhasil dibuktikan oleh Grup Ludruk Madura Rukun Karya yang kini memasuki usia ke-50 tahun.
Momentum bersejarah tersebut diperingati keluarga besar Rukun Karya pada Jumat (19/6/2026) dengan digelarnya pengajian umum bersama Lora Muhammad Syahid Kholil As'ad Syamsul Arifin. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar perjalanan panjang Rukun Karya terus mendapatkan keberkahan dan mampu menjaga eksistensinya sebagai salah satu ikon seni tradisi Madura.
Selama setengah abad perjalanan, Rukun Karya telah melewati berbagai fase perkembangan zaman. Dari masa kejayaan seni pertunjukan tradisional hingga menghadapi tantangan modernisasi, grup ludruk ini tetap bertahan berkat komitmen para seniman, dukungan masyarakat, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Keberadaan Rukun Karya tidak hanya menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk berkarya, namun juga memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Madura agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Dalam perjalanannya, Rukun Karya telah membawa nama kesenian Madura tampil di berbagai daerah. Tidak hanya menghibur masyarakat di Pulau Garam, grup ini juga pernah melakukan pementasan di sejumlah wilayah luar Madura, termasuk Bali dan Jakarta Selatan.
Bagi para seniman yang tergabung di dalamnya, Rukun Karya bukan sekadar kelompok seni, melainkan rumah besar yang telah melahirkan banyak cerita, pengalaman, serta ikatan kekeluargaan antar anggota.
Salah satu anggota senior Rukun Karya, Erpan, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang grup ludruk tersebut. Ia mengatakan, dirinya telah menghabiskan sebagian besar hidupnya bersama Rukun Karya.
"Alhamdulillah, hari ini Rukun Karya genap berusia 50 tahun. Saya sendiri sudah bergabung sejak masih kelas 5 SD hingga sekarang. Banyak sekali pengalaman dan perjalanan yang saya rasakan bersama Rukun Karya," kata Erpan kepada Media ini, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, Rukun Karya memiliki nilai sejarah yang besar bagi perkembangan seni tradisional Madura. Selain menjadi tempat berkarya, grup tersebut juga menjadi ruang bagi para seniman untuk belajar, berkembang, serta melestarikan budaya daerah.

