SUMENEP I LIPUTAN12 - RSUD dr. H.Moh. Anwar Sumenep menekankan pentingnya peran tenaga bidan dalam meningkatkan keselamatan ibu dan bayi, terutama di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.
Direktur RSUD dr. H.Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan bidan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak karena berinteraksi langsung dengan sejak masyarakat masa kehamilan, persalinan, hingga pasca persalinan.
Menurutnya, keberadaan bidan memiliki kontribusi besar dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumenep yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.
Gandeng KPK dan APH, RSUD Sumenep Pastikan Seleksi Pegawai BLUD 2026 Objektif dan Profesional
“Bidan menjadi tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka mendampingi ibu sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga masa nifas. Peran tersebut sangat penting dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi,” ujar dr. Erliyati.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan menjadikan tenaga bidan memiliki peran semakin strategis, khususnya di daerah yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.
Dalam sejumlah kondisi, kata dia, bidan bahkan menjadi tenaga kesehatan pertama yang hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil.
“Di beberapa wilayah kepulauan, bidan sering kali ujung menjadi tombak pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi serta pemerataan tenaga bidan harus terus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Selain membantu proses persalinan, bidan juga dinilai memiliki peran penting dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk meningkatkan pemahaman ibu hamil terkait pentingnya pemeriksaan rutin selama kehamilan.
Tak hanya itu, pendekatan humanis yang dilakukan para bidan disebut mampu memberikan dukungan psikologis bagi ibu hamil agar lebih siap menjalani proses persalinan secara aman dan sehat.

