CIBINONG, BOGOR – Tahun 2019 segera berakhir dan tak lama lagi kita akan menyambut tahun baru 2020. Tak lengkap rasanya jika memasuki tahun yang baru tanpa berefleksi, bercermin diri apa saja kinerja yang telah kita capai di tahun ini, dan apa saja yang perlu diperbaiki serta ditingkatkan untuk tahun mendatang.

Sebagai satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2018, Lapas Kelas IIA Cibinong menjadi salah satu pionir percontohan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pemasyarakatan dalam pembangunan zona integritas. Melanjutkan program tersebut, pada Januari 2019, Lapas Cibinong melaksanakan pencanangan zona integritas menuju WBK/WBBM di lingkungan Kemenkumham, yang diselenggarakan secara Nasional.

Semangat perubahan dan komitmen melayani masyarakat selama tahun 2019 telah dilaksanakan dalam bentuk program-program unggulan yang hasilnya secara signifikan mampu meningkatkan kepuasan masyarakat dan menciptakan suasana Lapas yang semakin humanis, tertib dan kondusif.

Dalam perjalanannya meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), tentu saja ditemui berbagai kendala dan tantangan. Sekalipun pada tahun 2019, Lapas Cibinong belum berkesempatan meraih predikat tersebut, namun semangat seluruh elemen Lapas Cibinong untuk bertransformasi menjadi lembaga yang berintegritas tak pernah padam.

Sejalan dengan program penanganan overcrowded dari Ditjen Pemasyarakatan yang terjadi hampir di seluruh Lapas/Rutan berupa crash program integrasi bagi WBP, Lapas Cibinong bekerja sama dengan Bapas Bogor telah menginventarisir dan melakukan asessment bagi WBP yang telah melewati 2/3 masa pidananya. Setelah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, Lapas Cibinong mengusulkan percepatan program integrasi PB/CB/CMB bagi WBP. Total sudah 45 orang narapidana yang dibebaskan karena mendapatkan Crash Program guna mengurangi kondisi over Crowded di Lapas Cibinong yang mencapai 165%.

Dalam acara yang bertajuk Refleksi Akhir Tahun 2019 Lapas Cibinong yang diselenggarakan, pada Selasa (31/12/2019), di gedung I Lapas Cibinong, Sapto Winarno mengundang anggota Persatuan Wartawan Indonesia wilayah Bogor untuk menyampaikan capaian kinerja Lapas Cibinong selama tahun 2019, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di media.

Plt. Kalapas Cibinong mengapresiasi peran serta dan dukungan para jurnalis dalam memberitakan hal hal yang terkait dengan program-program kerja Lapas Cibinong selama ini.

“Tanpa kerja sama dari rekan-rekan jurnalis, segala hal mengenai Lapas Cibinong termasuk pelayanan dan program pembinaan kepada seluruh warga binaan tidak akan diketahui dengan benar oleh masyarakat,” demikian ungkap Sapto.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kalapas Cibinong mengucapkan terimakasih kepada Ombudsman RI yang telah memberikan masukan masukan atas pelaksanaan pelayanan publik yang diselenggarakan di Lapas Cibinong, sekaligus juga menyampaikan klarifikasi pemberitaan yang cenderung tendensius terkait perlakuan khusus dan pemberian fasilitas khusus bagi narapidana kasus tipikor serta permasalahan ijin operasional klinik di dalam Lapas setelah dilaksanakan inspeksi mendadak (sidak) oleh tim dari Ombudsman RI yang dipimpin oleh Prof. Adrianus Meliala, di Lapas Cibinong, pada Sabtu (28/12/2019) lalu.