SUMENEP I LIPUTAN12 - Kabupaten Sumenep mulai menyiapkan perayaan Hari Jadi ke-758 dengan menghadirkan identitas baru yang diharapkan mampu merepresentasikan perjalanan sejarah sekaligus arah pembangunan daerah ke depan.

Melalui peluncuran logo resmi Hari Jadi ke-758, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ingin menjadikan momentum tahunan tersebut tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai ruang memperkenalkan potensi daerah, terutama di bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Peluncuran logo yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (21/6/2026), menghadirkan nuansa budaya yang kuat. Lokasi tersebut dipilih sebagai simbol bahwa perjalanan pembangunan Sumenep tidak dapat terlepas dari akar sejarah dan warisan budaya yang telah tumbuh selama ratusan tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan logo Hari Jadi ke-758 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun citra Sumenep yang lebih luas di tingkat nasional.

Menurutnya, logo tersebut bukan sekedar identitas visual sebuah perayaan, melainkan menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang kekuatan budaya dan potensi daerah.

“Logo ini kami anggap sebagai simbol yang mampu menggambarkan karakter Sumenep. Ada sejarah, budaya, kreativitas, dan semangat masyarakat yang terus bergerak untuk membawa daerah ini semakin dikenal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, logo Hari Jadi ke-758 lahir melalui proses kreatif yang melibatkan masyarakat Madura melalui mekanisme sayembara terbuka.

Langkah tersebut, kata Faruk, dilakukan agar masyarakat mempunyai kesempatan untuk ikut memberikan gagasan dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Hari Jadi Kabupaten Sumenep.

“Partisipasi masyarakat menjadi hal penting. Kami ingin identitas Hari Jadi ini tidak hanya dibuat oleh pemerintah, tetapi lahir dari kreativitas dan pemikiran masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap daerahnya,” jelasnya.