SUMENEP I liputan12 — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menyelenggarakan Festival Ojung 2025 sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah. Acara tahunan ini diadakan di objek wisata Pantai Badur, Kecamatan Batuputih, dan melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Komunitas Ojung Sapo' Angin.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa festival ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya tradisional, tetapi juga sebagai media efektif untuk mempromosikan potensi wisata alam Pantai Badur kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin Festival Ojung bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga mendatangkan manfaat nyata. Salah satunya adalah menjadikan Pantai Badur semakin dikenal dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Wakil Bupati di sela-sela kegiatan.

Festival Ojung 2025 dimeriahkan oleh beragam kegiatan, seperti pertunjukan musik tradisional dan bazar produk unggulan UMKM dari 14 desa di Kecamatan Batuputih. Selain itu, sepuluh pemain profesional Ojung yang telah diseleksi oleh Paguyuban Ojung Sapo' Angin tampil memukau penonton dalam pertunjukan utama.

Ojung sendiri merupakan seni bela diri tradisional khas Madura yang melibatkan dua orang pemain saling bergantian memukul tubuh lawan menggunakan rotan. Tradisi ini awalnya digelar sebagai bagian dari ritual adat, seperti memohon hujan di musim kemarau atau tolak bala agar desa terhindar dari bencana alam.

KH. Imam Hasyim juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Pelestarian budaya adalah tanggung jawab kita bersama. Generasi muda harus mengenali dan mencintai budaya daerahnya sendiri sebagai wujud cinta tanah air dan identitas bangsa, tegasnya.

Pemerintah daerah berharap Festival Ojung dapat menjadi agenda tahunan berskala nasional, dengan dukungan masyarakat, pelaku seni, dan pelaku wisata, sehingga mampu mendorong kemajuan sektor budaya dan pariwisata secara berkelanjutan