SUMENEP I liputan12 - Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Kepolisian Resor (Polres) Sumenep menggelar Deklarasi dan Sosialisasi Pencegahan Judi Online (Judol) bertema “Mari Wujudkan Digital Sehat Tanpa Judi Online”, Kamis (23/10/2025), di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep.
Kegiatan yang diikuti unsur OPD, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan insan media itu, juga digelar serentak di seluruh Jawa Timur melalui siaran luring dan bold (Zoom Meeting).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam Berbagai virtualnya, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap gerakan bersama tersebut.
Ia menegaskan, judi online adalah ancaman nyata yang harus diperangi karena telah merusak sendi kehidupan masyarakat, bahkan menjangkiti generasi muda.
“Kami sangat mendukung langkah ini. Mari bersama-sama menutup ruang dan akses bagi pelaku perjudian online. Kabupaten Sumenep harus bersih, sehat, dan bebas dari praktik peradilan yang merusak moral dan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Menurut Fauzi, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga masyarakat agar tidak terjebak dalam jebakan digital yang merugikan. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat harus bersatu dalam misi yang sama.
Dukungan juga datang dari Kepala Diskominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Meutya Hafid, yang hadir secara virtual.
Keduanya menilai langkah Sumenep sejalan dengan upaya nasional perlawanan yang dilakukan kian masif dan menyengsarakan masyarakat.
“Korban judi online bukan hanya kehilangan harta, tapi juga martabat dan masa depan. Literasi digital harus terus digencarkan agar masyarakat tidak mudah terjebak,” tegas Meutya Hafid.