SUMENEP | LIPUTAN12 - Hadi Pradipta, salah seorang wali murid PAUD HI El Fath berharap sekolah lain di Sumenep bisa menggelar kegiatan serupa dengan program digagas oleh PAUD H.I El Fath yang bertajuk Penghargaan “Aku Bisa”.
“Ke depan mungkin jangan hanya mengadakan kegiatan untuk sekolahnya saja, tapi untuk Sumenep juga. Adakanlah El Fath untuk tingkat kabupaten gitu, pasti wali murid juga banyak yang mendukung. Ini layak jadi percontohan PAUD yang lain, sangat layak,” kata Hadi Pradipta saat ditemui usai penampilan-penampilan dari siswa-siswi PAUD HI El Fath, Sabtu (2/3/2024).
Lanjut Hadi mengungkapkan, bahwa kegiatan El Fath kali ini memiliki kesan serta nuansa seni dan budaya yang cukup kuat.
Menurutnya, hal itu tak lepas dari ide dan konsep yang diberikan para wali murid yang merupakan pecinta seni dan budaya, sehingga saran-saran yang diberikan pun tak lepas dari kedua poin itu.
Bahkan, ia menilai pertunjukan kesenian dalam program penghargaan “Aku Bisa” itu juga sangat aspiratif, seperti saat anak-anak menampilkan Tong-tong yang merupakan salah satu ikon di Sumenep.
“Sebenarnya tong-tong itu kan memang salah satu jadi ikon Sumenep. Kita kan selama ini tidak tahu prosesnya seperti apa adik-adik kita itu, mungkin dengan adanya ini sudah ketahuan bahwasanya ada yang belajar tong-tong sejak dini,” ujarnya.
Dengan begitu, ia berhatap melalui acara tersebut kesenian tong-tong bisa terangkat dan membuat PAUD HI El Fath juga makin di kenal lagi oleh masyarakat.
Sementara itu, Direktur PAUD HI El Fath Nurul Hayati menuturkan, sangat bangga bisa membuat kegiatan di tingkat kabupaten tersebut.
Kendati demikian pihaknya mengaku, hal tersebut sangat bergantung pada dukungan stakeholder, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hingga masyarakat.

