BOGOR | LIPUTAN12 – Saprawi (60) tahun, warga kampung Haurbentes RT 007 RW 008, Desa Jugalajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor di usia senja tinggal di sebuah gubuk reyot tak layak huni.
Kakek Safrawai, tinggal di dalam gubuk reyot tanpa ada penerangan listrik. Mulai dari dinding hingga lantai yang terbuat dari bambu, pun sudah banyak yang rapuh dan patah termakan rayap.
Di usia senja merupakan waktu bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga. Namun, tidak dengan kakek Saprawi.
“Saya belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah, padahal saya sudah berpenduduk asli sini KTP dan Kartu Keluarga saya udah asli sini. Tapi sampai saat ini saya belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah,” ucap Kakek Saprawi seperti dikutip dari kepada Loginnews.com, Minggu (17/10/2021).
Jauh dari kehangatan keluarga serta anak cucu, Saprawi menjalani hidup dengan seadanya. Mulai dari mencari makan sampai membersihkan gubuk reotnya. Padahal, lelaki seusianya sudah selayaknya menikmati kehidupan dengan tenang dan damai.
“Saya haya bisa pasrah menjalani hidup ini walau pun kadang makan kadang engga saya tetap optimis menjalani kehidupan ini,” tuturnya.
Anyaman bambu yang sudah merupakan dinding penghangat bagi dirinya. Tidak jarang, ketika musim hujan Ia harus basah kuyup di dalam gubuk, karena atap rumbia gubuk sudah lapuk.
Ketua RT 007, Udin saat dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya sudah diajukan untuk rumahnya, tapi sampai saat ini belum acc, untuk listriknya juga pernah diajukan,” kata Udin.
“Kepada pemerintah, kami berharap agar segera dibangun rumah nya yang layak untuk ditempati, walau pun hanya sepetak, kasihan juga kan soalnya tinggal sendirian,” harapnya.