SUMENEP I liputan12 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau, di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memastikan akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah daerah untuk memeriksa kondisi tanaman dan harga jual tembakau secara aktual.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan.Kondisi cuaca yang berubah-ubah tentu sangat mempengaruhi para petani, dan kami tidak akan tinggal diam,” ujar Bupati Fauzi kepada awak media usai menghadiri sebuah kegiatan resmi, Jumat, (8/8/2025).
Menurutnya, perubahan pola iklim yang terjadi belakangan ini menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau. Intensitas hujan dan panas yang datang silih berganti tanpa pola yang jelas, sangat mempengaruhi kualitas dan produktivitas tanaman tembakau.
"Cuaca sekarang sangat tidak bisa diprediksi. Kadang-kadang panas terik, tiba-tiba turun hujan. Ini berdampak besar pada kualitas tembakau. Bahkan, sektor lain seperti garam pun ikut terdampak," jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak kerugian, Pemkab melalui Dinas Pertanian telah mengimbau para petani agar lebih cermat dalam menentukan waktu tanam. Rekomendasi teknis dari dinas diharapkan menjadi acuan utama agar petani tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.
“Kami terus mendorong agar petani mengikuti panduan dan rekomendasi dari dinas. Karena kondisi cuaca saat ini benar-benar sulit ditebak, dan jika sampai salah tanam, bisa berakibat pada gagalnya panen,” imbuh Fauzi.
Bupati juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan terhadap nasib petani. Setiap langkah kebijakan akan didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, termasuk dalam merespons dinamika harga jual tembakau yang sering berubah-ubah.
“Segala kebijakan akan kami ambil berdasarkan fakta lapangan. Tapi satu hal yang pasti: kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama kami, tentunya tetap dalam koridor aturan yang berlaku,” tegasnya.