SUMENEP I liputan12 - Dunia pertanian di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mendorong efisiensi dan produktivitas dengan menerapkan teknologi drone penebar pupuk otomatis dalam aktivitas pertanian. Langkah ini menjadi bagian penting dari transformasi digital pertanian lokal yang tengah digencarkan pemerintah daerah.

Pengenalan Inovasi di Desa Batu Dingding

Pengenalan inovasi tersebut berlangsung dalam kegiatan tanam padi di Desa Batu Dingding, Kecamatan Gapura. Petani setempat kini dapat mengandalkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Proses tanam dilakukan dengan mesin transplanter, sedangkan pemupukan diserahkan pada drone canggih yang mampu menjangkau satu hektare lahan hanya dalam satu kali terbang.

Kepala DKPP: Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa penggunaan drone ini bukan sekadar gaya baru, tapi jawaban atas tantangan efisiensi kerja di sektor pertanian. "Kami ingin petani bisa menanam dan memupuk lebih cepat, lebih tepat, dan tentu lebih hemat tenaga serta biaya," ujarnya.

Teknologi Ramah Lingkungan

Drone sprayer yang digunakan telah terintegrasi dengan aplikasi Maxxi Tani, memungkinkan distribusi pupuk dilakukan secara presisi dan ramah lingkungan. Teknologi ini dinilai sangat relevan dengan kondisi pertanian modern yang menuntut kecepatan dan ketepatan sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen DKPP dalam Memajukan Sektor Pertanian

Menurut Chainur, penerapan teknologi ini menjadi kelanjutan dari komitmen DKPP dalam memajukan sektor pertanian berbasis inovasi. Sebelumnya, Sumenep juga dilibatkan dalam uji coba varietas unggulan HMS 700 bersama PKPOT dan Kerajaan Kedah Malaysia—menandakan keseriusan daerah ini menjadi pionir pertanian maju di Madura.