Oleh: Ade Yasin, Bupati Bogor sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor

LIPUTAN12.ID|BOGOR – Lonjakan kasus positif baru virus Corona (Covid-19) di Indonesia mencapai rekor tertinggi. Ada tambahan 689 kasus positif Covid-19 secara nasional. Penambahan kasus positif itu merupakan yang paling tinggi sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret 2020 lalu.

Dengan penambahan 689 kasus positif baru itu, maka per Rabu (13/5/2020), jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 15.438 kasus. Penambahan kasus terbanyak terjadi di wilayah DKI Jakarta yang mencapai 132 kasus positif, Jawa Timur 103 kasus positif, yang mana keduanya mencapai angka tiga digit jumlah kenaikan.

Sementara itu, data monitoring Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Rabu (13/5/20) hingga pukul 20.00 Wib, mengkonfirmasi dua kasus baru positif dan tujuh pasien PDP meninggal dunia. Adapun dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19, adalah laki-laki (45) tahun, asal Gunung Sindur dan laki-laki (30) tahun, asal kecamatan Cileungsi.

Kemudian, tujuh pasien PDP yang terkonfirmasi meninggal dunia adalah: Laki-laki (43) tahun, asal Cigombong. Perempuan (20) tahun, asal Sukajaya. Perempuan (25) tahun, asal Rumpin. Perempuan (61) tahun, asal Leuwiliang. Laki-laki (59) tahun, asal Rancabungur. Perempuan (90) tahun, asal Kemang dan Laki-laki (75) tahun, asal Kemang.

Mengacu data-data tersebut, maka kami menilai relaksasi atau pelonggaran PSBB belum waktunya diterapkan. Apalagi kebijakan memperbolehkan warga usia di bawah 45 tahun beraktivitas kembali di tengah pandemi.

Kami menilai kasus Corona belum seluruhnya terlihat. Melonggarkan PSBB bisa dilakukan jika puncak pandemi ini telah terlewati, yakni ketika jumlah terinfeksi baru semakin menyusut dan jumlah meninggal turun drastis.

Kasus positif Covid-19 pada Rabu (13/5/2020) contohnya. Corona tidak memandang umur. Dua orang yang terinfeksi asal Kabupaten Bogor masih berusia di bawah 45 tahun. Termasuk pula kasus PDP yang meninggal. Dari total tujuh, terdapat tiga pasien yang meninggal berusia di bawah 45 tahun.

Selain itu, data secara nasional, sebanyak 47 persen masyarakat terjangkit Corona berusia 45 tahun ke bawah. Jadi, pendapat yang mengatakan mereka yang usia di bawah 45 tahun lebih tangguh dan tahan menghadapi Covid-19 tidak betul. Sebab data menunjukan hampir 47 persen yang terjangkit.