JAKARTA | LIPUTAN12 – Plt Ketua Umum IWO Ade Mulyana yang pernah mencalonkan diri menjadi ketua umum PP IWO di Mubes II di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur terancam pidana.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, kasus yang menjerat wartawan akurat.co itu diketahui terkait dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua Sterring Comitte (SC) Mubes II IWO Tangerang, Zulkifli Tahir.

Diketahui, soal pemalsuan tanda tangan itu menyusul beredarnya dokumen surat undangan untuk Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang dijanjikan akan menutup Mubes II IWO lanjutan yang digelar di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta.

Sesuai dengan bukti yang dikirim pihak protokoler Kementerian, surat itu mencantumkan nama Ketua SC Mubes II IWO Zulkifli Tahir, Sekretaris Puan Riko dan Ade Mulyana selaku Plt Ketua Umum yang ditugaskan untuk menyiapkan Mubes di Asrama Haji.

Sayangnya, karena sejak awal kehadiran Zulkifli Hasan untuk menutup kegiatan Mubes pada Selasa, 10 Oktober 2023 tidak masuk dalam agenda (Rundown), usai kegiatan Mubes yang menetapkan dan mengukuhkan Teuku Yudhistira sebagai Ketua Umum PP IWO yang sah pada Senin malam, tidak ada lagi agenda lanjutan.

Namun pada Selasa pagi, pihak protokoler Kemendag hadir dan menanyakan agenda tersebut, sebelum Menteri tiba di lokasi.

“Mohon maaf bapak, sejak awal tidak ada di dalam agenda kami kegiatan Mubes akan ditutup oleh Bapak Menteri Perdagangan,” ucap, Anggota Organize Comitte, Dyah Arum Sari, saat menerima protokoler pihak Kemendag di Asarama Haji Jakarta, Selasa (17/10/2023)

Saat itulah fakta baru terungkap. Nyatanya ada surat yang masuk ke Kemendag mengundang Zulhas, di acara Mubes II IWO di Asrama Haji pada hari kedua.

Namun setelah diteliti, surat itu diduga kuat dikeluarkan Ade Mulyana secara sepihak. Fatalnya lagi, tanda tangan Ketua SC yang ada di dalam surat itu dipastikan tidak otentik alias palsu.