BOGOR | LIPUTAN12 – Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan investigasi terkait ditemukannya produk baja ringan Made In Vietnam di proyek Huntap Kampung Kopo, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

“Kalau memang sudah terpasang harus diganti sesuai spesifikasi yang sudah disepakati, mungkin perlu ada investigasi (Pemkab-red) kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Trubus Rahadiansyah kepada wartawan saat dihubungi pada Selasa, 24 Oktober 2023.

Pria yang akrab disapa Trubus ini menilai, pengunaan produk baja ringan Made In Vietnam yang ditemukan berdasarkan penelusuran beberapa wartawan pada waktu itu harus ada argumen hukum terlebih dahulu sebelum merubah spek.

“Ya, kalau melanggar ketentuan ya enggak boleh, kalau begitu harus mengacu pada Perpres. Kalau ada yang melanggar aturan itu berarti perbuatan melawan hukum,” ungkap Dosen dari Universitas Trisakti ini.

“Jadi dalam hal ini perlu ada argumen hukum dulu kalau dia merubah spesifikasi,” tandasnya seperti dikutip dari MMC.id pada Selasa malam.

Terpisah, Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Iin Kamaluddin yang baru menjabat sejak 5 Oktober 2023 memberikan ucapan terimakasih atas informasinya yang diberikan wartawan.

“Terimakasih informasinya, bahwa pekerjaan ini dilaksanakan secara swakelola oleh pokmas maka pembelanjaan sepenuhnya diserahkan kepada pokmas dengan memberdayakan masyarakat dan usaha-usaha setempat,” sebut Iin Kamaluddin melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu, (18/10/2023).

“Mungkin pada saat pembelian di matrial setempat tersedianya produk itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, hasil penelusuran beberapa wartawan di lokasi proyek pada Jumat (22/9) lalu, banyak ditemukan dugaan kejanggalan pada penggunaan baja ringan yang dipasang pihak Pokmas setempat.